Moto C Plus Kini Tersedia Secara Eksklusif di JD.ID

Mengawali tahun 2018, Motorola Indonesia memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin memiliki Moto C Plus yang tidak punya waktu untuk datang ke gerai smartphone dengan menghadirkan smartphone secara online eksklusif di situs e-commerce terkemuka JD.ID. Kini konsumen dapat membeli Moto C Plus di JD.ID dengan harga spesial Rp1.399.000.

Moto C Plus, merupakan smartphone entry level yang memiliki kapasitas baterai yang lebih besar yakni 4000mAh. Ini membuat konsumen tidak perlu lagi repot-repot harus mencari colokan listrik karena daya baterai berkurang, karena konsisi baterai penuh, konsumen memiliki daya baterai yang dibutuhkan hingga 30 jam.

Smartphone ini memiliki layar 5 inci HD dengan resolusi 480 x 854 piksel, dioperasikan dengan Android Nougat 7.0, sistem operasi terbaru buatan Google yang khusus untuk mengoptimalkan sumber daya CPU dan RAM.

Selain itu, smartphone ini dilengkapi dengan kamera berperforma yang mengesankan dikelasnya, bahkan dalam kondisi minim cahaya, kamera depan 2MP dan selfie flash, serta kamera belakang 8MP dengan LED flash, hasil foto dan foto selfie akan selalu tajam dan jernih.

Saat konsumen sibuk beraktivitas, mereka bisa dengan mudah menggunakan 2 nomor ponsel untuk bekerja dan pribadi dengan slot dual-SIM, atau menambahkan ruang yang lebih besar untuk aplikasi, foto dan musik menggunakan kartu microSD. Moto C Plus sangat cocok bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman baru dalam menggunakan Android Nougat namun tidak ingin mengeluarkan dana yang besar.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Ingin Cetak dan Copy dari Smartphone? Canon PIXMA TS307 Tawarkan Solusi Mudah

Kebutuhan mencetak setiap orang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, sudah cukup memiliki printer single function untuk mencetak dokumen yang frekuensi dan jumlah yang dicetak tidak terlalu banyak. Namun, bagaimana jika printer single function tersebut juga dapat difungsikan sebagai perangkat memindai, menyalin, sekaligus bisa mencetak foto kreatif? Canon menjawab keinginan tersebut dengan menghadirkan printer terbaru, PIXMA TS307.

Ketika dikoneksikan dengan smartphone dan aplikasi Canon PRINT Inkjet/SELPHY, PIXMA TS307 bertransformasi menjadi sebuah perangkat multitasking dan membantu menghasilkan pemindaian dokumen (kertas A4 ataupun halaman buku) beresolusi tinggi.

Garis-garis pada permukaan printer membantu memberikan penataan yang lurus dan rapi terhadap dokumen atau buku yang akan di-scan menggunakan aplikasi Canon PRINT Inkjet/SELPHY di smartphone. Pinggiran dokumen terdeteksi secara otomatis, tingkat kecerahan dan kontras gambar dioptimalkan melalui aplikasi sebelum dicetak. Hasil pemindaian dapat dikonversi ke format PDF dan disimpan ke local library pada perangkat mobile, cloud service atau dikirim melalui e-mail.

TS307 juga dilengkapi dengan Bluetooth Low Energy (BLE) untuk kemudahan koneksi nirkabel serta akses sekali sentuh (one touch access point mode) menggunakan perangkat mobile tanpa membutuhkan wireless routers. Koneksi AirPrint dan Wireless Pictbridge melengkapi pilihan konektivitas nirkabel untuk printer yang fleksibel dan terjangkau ini.

Pt. Datascrip selaku distributor Canon di Indonesia memasarkan PIXMA TS307 dengan harga Rp687.500, sedangkan tinta yang terdiri dari seri PG745s dan CL746s masing-masing dijual dengan harga Rp107.800 dan Rp167.200. Khusus tinta seri PG745 yang memiliki kapasitas lebih besar dijual dengan harga Rp239.800.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Acer Predator Triton 700 Hadir di Indonesia Dengan Harga 50 Jutaan


Acer Indonesia mengumumkan kehadiran produk terbarunya dari lini Predator gaming series di pasar Indonesia yaitu Predator Triton 700. Tidak main-main, sebagai notebook gaming kelas atas, Predator Triton 700 dijual di Indonesia dengan harga Rp55.900.000. Melihat harga tersebut, apa saja sih keunggulan yang ditawarkannya?

Secara umum, Predator Triton 700 diklaim sebagai notebook gaming tertipis, tercepat dan paling tenang di kelasnya. Beberapa fitur pendukung untuk aktivitas bermain game kelas berat, sudah disematkan yang menawarkan berbagai keunggulan.

Salah satu kendala notebook gaming adalah suhu berlebih yang ditimbulkan. Oleh karena itu, Acer Predator Triton 700 menyediakan solusi dengan menghadirkan teknologi 3D Aeroblade generasi ke-dua dan 5 pipa penghantar panas yang menghasilkan pendingin dengan performa 35% lebih dingin dibandingkan kipas gaming konvensional. Dengan ketebalan hanya 0,1 mm, Predator Triton 700 merupakan kipas tertipis di kelasnya.

Meskipun tipis, Predator Triton 700 dibekali spesifikasi terbaik di kelasnya. Di antaranya adalah prosesor Intel Generasi ke-7 dan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1080 dengan desain Max-Q sebagai senjata untuk menaklukkan gaming berat sekalipun. Tak hanya itu, kinerja kartu grafis Predator Triton 700 juga dapat lebih dioptimalkan dengan melakukan overclock.

Kemudahan overclock juga ditawarkan melalui one-click overclock yang bisa diaktifkan dengan mengakses mode ‘Turbo’ pada software PredatorSense untuk performa lebih baik dari default. Mode Turbo ini meng-overclock GPU GTX 1080 Max-Q ke sekitar 1440-1450Mhz GPU Boost Clock (saat menjalankan 3DMark Stress Test) dari default-nya yang ada di kisaran 1300-1350Mhz, kemudian kecepatan Video RAM(VRAM) dari 5Ghz ditingkatkan jadi 5.4 Ghz.

Bagi gamer yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, kenyamanan saat mengetik adalah keharusan. Kabar gembira, karena untungnya chassis Predator Triton 700 telah ditunjang dengan keyboard mekanik layaknya menggunakan PC desktop. Keyboard mekanik dengan lampu backlit RGB membuat pengalaman mengetik lebih responsif dan akurat saat digunakan untuk mengetik maupun gaming dengan cepat. Hal ini disebabkan setiap tombol dilengkapi dedicated transmisi sinyal dan didesain dengan jarak key travel nya 1,6 mm.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Sistem Operasi yang Jarang Diketahui Orang

www.keywordsuggests.com

Berbicara tentang sistem operasi, sebagian pengguna komputer sekarang, khususnya generasi millennial yang lahir setelah tahun 2000, bisa dibilang hanya mengenal Windows, MacOS, dan Linux untuk platform komputer desktop dan notebook, ditambah Android dan iOS untuk platform smartphone. Ini wajar mengingat praktis hanya sistem operasi yang telah disebutkan tadi yang ada di pasaran saat ini.

Namun sebenarnya, di masa lalu ada cukup banyak sistem operasi yang beredar dan memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perkembangan sistem operasi yang ada saat ini. Beberapa di antaranya bahkan masih beredar sampai kini, namun tidak populer atau memang hanya digunakan di kalangan tertentu. Di sisi lain, terkadang lahir pula sistem operasi baru namun rupanya belum berhasil mendobrak eksistensi sistem operasi yang telah mapan.

Nah, kami akan memaparkan beberapa sistem operasi non-mainstream untuk ukuran saat ini, sistem operasi yang pernah jaya di masanya sampai sistem operasi yang mungkin tak Anda ketahui pernah ada.

DOS

Pengguna sistem operasi Windows kemungkinan besar pernah memanfaatkan DOS. Namun sebagian lagi bisa jadi tidak menyadarinya. Bila Anda pernah menggunakan Command Prompt di Windows, berarti sebenarnya Anda telah “mencicipi” DOS.

Ya, pada tahun 1980-an, DOS merupakan sistem operasi yang digunakan sebagian besar PC desktop. Di Indonesia bahkan aman untuk dikatakan bahwa DOS adalah satu-satunya sistem operasi yang tersedia pada saat itu karena persentase pengguna Mac relatif kecil.

DOS merupakan singkatan dari Disk Operating System yang lahir pada tahun 1981. DOS tidak memiliki tampilan grafis melainkan hanya berbasis teks dan menampilkan huruf tertentu (umumnya A atau C) yang disebut dengan prompt. Di belakang prompt tersebut Anda bisa mengetikkan perintah-perintah yang digunakan untuk mengoperasikan komputer.

Meski hanya menampilkan teks, aplikasi yang berjalan di atas DOS bisa saja memiliki tampilan grafis. Bahkan Windows tadinya hanyalah merupakan “aplikasi” yang berjalan di atas DOS, mulai dari Windows 3.1 sampai Windows ME.

DOS kemudian berganti nama menjadi IBM PC DOS sampai tahun 1993 sebelum kemudian dibeli oleh Microsoft dan berganti nama lagi menjadi MS-DOS.

BeOS

BeOS adalah sistem operasi yang dirancang dengan keunggulan multimedia, diciptakan pada tahun 1991 oleh Be Inc. Awalnya, sistem operasi BeOS ini dikembangkan hanya untuk komputer BeBox, namun pada akhirnya tersedia juga untuk IBM PC dan kompatibelnya. Komputer BeBox sendiri tidak berhasil diterima pasar dan pada tahun 1997 diambil alih oleh Apple untuk “dilebur” ke Macintosh. Sejak saat itu, Be Inc memutuskan untuk berkonsentrasi di peranti lunak saja, khususnya sistem operasi BeOS.

BeOS dikembangkan untuk bisa memanfaatkan media digital dengan optimal dan mampu memanfaatkan kelebihan peranti keras modern seperti symmetric multiprocessing dengan memanfaatkan modular I/O bandwidth, pervasive multithreading, dan preemptive multitasking. Saat itu BeOS bahkan telah menggunakan file system 64 bit dengan fitur journaling bernama BFS.

Antarmuka BeOS dikembangkan dengan konsep “bersih, jelas, dan rapi”. Tampilan visualnya relatif mirip dengan sistem lingkungan desktop berbasis Unix. Salah satu yang unik dari antarmuka BeOS adalah, setiap jendela aplikasi dirancang untuk memiliki tab, bukan title bar. Desain seperti ini lebih hemat tempat dan memberikan pandangan lebih luas ke desktop.

Sayang sekali, BeOS tidak dapat bersaing dengan Windows yang saat itu memang begitu dominan. Pada tahun 2001, Be Inc mengalihkan fokus mereka ke peranti internet dan kemudian diakuisisi oleh Palm Inc. Palm Inc sendiri pada tahun 2011 diakuisisi oleh HP (Hewlett Packard).

Meski begitu, tidak berarti BeOS benar-benar mati. Sekelompok orang yang antusias terhadap sistem operasi masih sering mengutak-atik dan mengembangkannya. Bahkan, akhirnya muncul proyek open source bernama Haiku yang mengimplementasikan kembali sistem operasi BeOS.

Lindows

Hadirnya Linux yang bersifat free open source ternyata tidak mampu membendung, baik popularitas maupun pembajakan, Windows. Salah satu penyebabnya barangkali adalah sifat user friendly Windows yang tidak mampu diadaptasi oleh Linux.

Berangkat dari masalah tersebut, Michael Robertson pada tahun 2001 mendirikan Lindows Inc. Tujuannya adalah menciptakan sistem operasi berbasis Linux, namun mampu menjalankan berbagai aplikasi mayor yang ada di Windows. Akhirnya terciptalah LindowsOS atau sering disebut Lindows saja. Lindows dikembangkan berbasis Debian.

Lindows sempat menimbulkan polemik bahkan Microsoft sebagai pemilik Windows ikut-ikutan merasa gerah. Akhirnya supaya tidak menimbulkan masalah, nama Lindows diganti menjadi Linspire. Basis pengembangannya pun diubah ke Ubuntu.

Pada tanggal 1 Juli 2008, pemegang saham Linspire bersepakat mengubah nama perusahaan menjadi Digital Cornerstone. Seluruh aset Linspire akan diakuisisi oleh Xandros.

Pada tanggal 9 Agustus 2008, Andreas Typaldos (CEO of Xandros), mengumumkan bahwa pengembangan Linspire akan dihentikan. Komunitas open source kemudian melakukan fork terhadap Linspire dan mengubah namanya menjadi Freespire. Mereka juga mengembalikan basis pengembangannya ke Debian.

OS/2

Microsoft dan IBM, dua raksasa teknologi yang begitu menguasai jagat teknologi informasi pada tahun 1980-an, pernah bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi, yaitu OS/2. Mudah ditebak, OS merupakan singkatan dari Operating System. Dinamai demikian karena OS/2 merupakan pengembangkan dari PS/2 yang tadinya telah dikembangkan oleh IBM. PS merupakan singkatan dari Personal System. Pada akhirnya Microsoft keluar dari kerja sama ini dan IBM mengembangkan OS/2 sendirian.

Meskipun merupakan turunan dari PC DOS dengan tambahan fitur protected mode, OS/2 tidak tampil dalam bentuk perintah baris melainkan memiliki tampilan grafis.

IBM menghentikan dukungan terhadap OS/2 pada tanggal 31 Desember 2006. Sejak itu, OS/2 dikembangkan dan dipasarkan di bawah nama eComStation.

TrueOS

Masalah keamanan dan virus sering menjadi masalah bagi pengguna komputer. Itulah yang kemudian menjadi dasar pemikiran pengembang TrueOS untuk menciptakan sistem operasi yang benar-benar aman. TrueOS merupakan “jelmaan” dari PC-BSD, sebuah sistem operasi yang memang terkenal karena tingkat keamanannya yang tinggi.

Salah satu media penyebaran virus adalah proses pertukaran data melalui USB. TrueOS dengan cantik menghadangnya menggunakan GELI full disk encryption dan PersonaCrypt. Keduanya memungkinkan pembuatan removable home directory yang portabel namun terenkripsi.

TrueOS telah dilengkapi dengan driver binary untuk prosesor grafis NVIDIA dan Intel. Hal ini memungkinkan TrueOS menampilkan antarmuka bernuansa 3D.

Karena merupakan sistem operasi Unix-like, TrueOS dengan mudah dapat menjalankan aplikasi untuk Linux. TrueOS juga memiliki kemampuan menjalankan aplikasi Windows melalui Wine.

Beberapa Nama Lain

Masih ada lagi beberapa sistem operasi lainnya yang sebenarnya sempat muncul ke permukaan dan masih menunggu waktu untuk bisa menjadi populer, atau bisa jadi berstatus hidup segan mati tak mau. Sebut saja Google Chromium OS yang didesain untuk menjadi sistem operasi yang berfokus pada aktivitas berinternet.

Yang terkini, ada sebuah sistem operasi yang relatif baru, yaitu Endless OS. Endless OS dirancang untuk mudah digunakan sehingga seluruh anggota keluarga dapat memanfaatkannya. Di samping itu, Endless OS juga relatif tetap bisa dimanfaatkan saat tidak terkoneksi ke internet berkat kayanya konten offline yang tersedia pada sistem operasi tersebut.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Vivo Perkenalkan X20 Plus UD, Smartphone Pertama dengan Pemindai Sidik Jari di Bawah Layar

Jakarta, PCplus. Smartphone yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari biasanya meletakkan komponen tersebut di bagian bawah layar atau di bagian belakang. Namun nantinya, sepertinya nantinya trennya akan bergeser dengan munculnya teknologi pemindai sidik jari yang bisa diselipkan di bagian bawah layar.

Pada gelaran Consumer Electronics Show 2018 yang digelar pada awal Januari 2018, Vivo memamerkan sebuah smartphone terbaru yaitu X20 Plus UD. Smartphone tersebut merupakan smartphone pertama yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari yang dipasang di bawah layar.

Untuk menghadirkan pemindai sidik jari di bawah layar, Vivo menggunakan teknologi sensor pemindai sidik jari yang dibuat oleh Synaptics. Sensor tersebut dapat mendeteksi sidik jari dalam hitungan milidetik dan dapat bekerja dibawah lapisan layar setebal 1,5 mm. Dengan begitu, smartphone ini bisa mengadopsi layar lebar yang kini sedang populer tanpa perlu membuat bezel di bagian bawahnya menjadi tebal karena harus memasang sensor sidik jari.

Soal spesifikasi, Vivo X20 Plus UD memiliki layar 6,4 inci dengan aspect ratio 9:18, chip prosesor Qualcomm Snapdragon 660, RAM 4 GB, serta kapasitas memori penyimpanan internal 128 GB. Kemudian smartphone ini memiliki kamera belakang ganda yang sama-sama memiliki resolusi 12 mega pixel, serta kamera depan 5 mega pixel.

Vivo X20 Plus UD ini tampaknya baru akan beredar secara eksklusif di Tiongkok dengan harga sekitar Rp7,2 jutaan. Belum ada informasi lebih lanjut apakah smartphone tersebut juga akan menghampiri negara lain termasuk Indonesia.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

ShopBack Optimis Pertumbuhan di Tahun Ketiga Akan Makin Meningkat

ShopBack merupakan platform gaya hidup yang mendukung masyarakat untuk dapat melakukan transaksi pembelian dengan lebih cermat dan hemat. Selama dua tahun beroperasi di Indonesia, ShopBack mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan dengan persentase pertumbuhan bisnis sebesar 300% serta telah memberikan cashback kepada konsumen sebesar Rp 60 miliar.

Shopback berkomitmen untuk menghadirkan berbagai solusi akan kebutuhan belanja online di Indonesia, dengan layanan yang mudah, menguntungkan dan terpercaya. Fitur layanan yang dihadirkan ShopBack memungkinkan pengguna untuk membandingkan harga (mulai dari harga transportasi online, agregasi kupon diskon, serta harga pulsa paling murah), guna mempermudah pengguna ShopBack dalam membuat keputusan untuk membeli sesuatu.

Hingga pengujung 2017, Shopback Indonesia memiliki ratusan mitra dengan 1,8 juta pengguna. Angka pertumbuhan pengguna bahkan meningkat sembilan kali lipat dibanding 2016, yang hanya 300 ribu pengguna. Bukan itu saja, pada November 2017 ShopBack mendapat kucuran dana senilai USD 25 juta, dengan total akumulasi pendanaan mencapai USD 40 juta atau senilai Rp 540 miliar.

Indra Yonathan, selaku Co-Founder dan Country Head of ShopBack Indonesia mengatakan pertumbuhan ini tidak lepas dari kerjasama yang telah terjalin bersama mitra-mitra ShopBack serta ShopBacker (sebutan konsumen ShopBack) yang setia menggunakan platform ShopBack. Melihat laju pertumbuhan e-commerce yang positif, Yonathan optimis, Shopback dapat bertumbuh hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

Bose Luncurkan Speaker Nirkabel SoundLink Revolve dan Revolve+

Jakarta, PCplus. Bose belum lama ini menghadirkan dua perangkat speaker nirkabel terbarunya yaitu Bose SoundLink Revolve dan SoundLink Revolve+. Keduanya tampil mewah dengan menggunakan desain aluminium yang mewah dan dilengkapi dengan beberapa fitur menarik.

Bose SoundLink Revolve dan SoundLink Revolve+ memiliki garis besar desain yang sama. Namun SoundLink Revolve+ memiliki dimensi yang lebih besar dan dilengkapi dengan pegangan untuk membawanya kemana-mana. Dua perangkat tersebut memiliki desain speaker yang dapat mengeluarkan suara tidak hanya ke satu arah saja, namun dapat mengeluarkan suara ke segala arah sehingga dapat memenuhi seluruh ruangan. Untuk menghilangkan distorsi sekaligus meningkatkan kualitas suaranya, Bose menggunakan pressure trap.

Menggunakan bodi aluminium yang tangguh, Bose SoundLink Revolve dan SoundLink Revolve+ juga dapat digunakan untuk aktivitas luar ruangan yang ringan. Kedua perangkat tersebut juga telah mengantongi sertifikasi IPX4 sehingga tahan terhadap tumpahan atau cipratan air.

Kedua speaker tersebut dapat terhubung ke smartphone dengan menggunakan Bluetooth maupun NFC. Selain itu, terdapat juga dukungan terhadap asisten virtual yang ada di smartphone seperti Siri atau Google Assistant sehingga kamu bisa mengirimkan perintah melalui perangkat ini.

Bose juga menyediakan aplikasi Bose Connect yang tersedia untuk Android dan iOS. Aplikasi tersebut dapat menghubungkan dua speaker di lini SoundLink sehingga dapat menjalankan musik secara bersamaan maupun dalam modus stereo dengan memisahkan kanal kiri dan kanan.

Bose SoundLink Revolve dan Revolve+ saat ini telah tersedia di pasaran Indonesia dengan harga masing-masing Rp4.499.000 dan Rp6.199.000.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

NetApp Gandeng Binus International Hadirkan Mata Kuliah Cloud

Jakarta, PCplus. Kamu ingin mempelajari teknologi cloud lebih lanjut? Kini ada universitas yang dapat memberikan pelajaran yang mendalam mengenai teknologi cloud. NetApp kembali melanjutkan kerja sama Academic Alliance dengan Binus International University dengan menghadirkan mata kuliah Cloud Technology.

Mata kuliah Cloud Technology ini akan mengedukasi mahasiswa-mahasiswi mengenai dasar-dasar teknologi cloud mulai dari infrastruktur hingga aplikasi. Bukan cuma berupa teori, mereka akan dipersiapkan untuk menjadi cloud engineer/cloud architect dengan diperkenalkan pada teknologi hyperscaler seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure Cloud, dan Google Cloud di laboratorium khusus.

Selain itu mata kuliah cloud technology ini juga merupakan kelas persiapan bagi mahasiswa-mahasiswi untuk mengambil Certification NCSA-Hybrid Cloud.

“NetApp menyadari bahwa sumber daya manusia memang menjadi tantangan bagi industri teknologi Indonesia. Kolaborasi Academic Alliances ini merupakan bukti komitmen kami untuk memberdayakan dan mendidik bakat muda dari generasi penerus yang berkelanjutan. NetApp ingin membimbing calon-calon ahli teknologi Indonesia, terutama di bidang cloud computing, untuk siap menghadapi masa depan,” jelas Ana Sopia (Country Manager, NetApp Indonesia).

Dalam kolaborasi ini, perwakilan dari NetApp Indonesia akan menjadi salah satu pengajar dalam mata kuliah Cloud Technology ini. Selain itu, NetApp akan membantu para mahasiswa-mahasiswi ini sehingga dapat merasakan dan mempraktikkan secara langsung materi yang diterima di ruang kelas.

Mata kuliah Cloud Technology akan dimulai pada 19 Februari 2018 dan menjadi mata kuliah wajib bagi peserta perkuliahan semester lima dari fakultas Business Information System di Binus International University. Selain itu, mata kuliah ini dapat menjadi mata kuliah pilihan bagi mahasiswa di jurusan lainnya.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

ViewSonic Luncurkan XG3240C, Monitor Gaming dengan Desain Curved dan Dukungan FreeSync

Jakarta, PCplus. Produsen perangkat monitor dan proyektor ViewSonic mengumumkan kehadiran sebuah monitor terbarunya yaitu XG3240C. Monitor ViewSonic XG3240C tersebut merupakan sebuah monitor untuk para gamer yang dilengkapi dengan beberapa fitur menarik untuk mendukung saat sedang bermain game.

Dari sisi desain, ViewSonic XG3420C ini merupakan sebuah monitor dengan desain lengkung atau curved. Ukurannya pun terbilang besar yaitu 32 inci. Namun monitor ini masih tetap menggunakan aspect ratio widescreen standar yaitu 16:9 dengan resolusi 2560 x 1440 pixel yang lebih besar dari Full HD.

Untuk menghasikan tampilan yang maksimal saat kamu menggunakannya untuk bermain game, ViewSonic XG3240C ini memiliki dukungan terhadap teknologi high dynamic range atau HDR sehingga dapat menampilkan konten yang lebih jelas pada gambar, baik di area terang maupun gelap. Selain itu monitor ini juga memiliki refresh rate hingga 144 Hz untuk menampilkan adegan cepat saat bermain game dengan tambahan dukungan teknologi AMD FreeSync yang berfungsi untuk mengurangi efek stuttering atau tearing.

Spesifikasi lainny yaitu tingkat kecerahan sebesar 350 nits, serta contrast ratio 3.000:1. Kemudian untuk pilihan port masukannya, monitor ini menyediakan dua port HDMI 2.0, satu port DisplayPort 1.4, serta sebuah port audio 3,5mm. ViewSonic XG3240C juga memiliki sepasang speaker internal yang bertenaga masing-masing hingga 6 watt.

ViewSonic XG3240C rencananya akan mulai diluncurkan ke pasaran Indonesia pada bulan Februari mendatang. ViewSonic mematok harga jual monitor ini dengan harga sekitar Rp9.500.000.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional

TP-Link Luncurkan Rangkaian Produk Terbaru untuk 2018

Jakarta, PCplus. Pada hari Rabu (25/1) lalu, TP-Link memperkenalkan sejumlah produk terbarunya yang akan diluncurkan di tahun 2018 ini. Beberapa produk tersebut meliputi produk jaringan, smart home, serta aksesori.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah TP-Link Deco M5. Perangkat ini adalah sebuah paket perangkat jaringan untuk menghadirkan koneksi nirkabel di rumah kamu dengan mudah.

TP-Link Deco M5 berisi sebuah paket yang terdiri dari tiga unit wireless router. Ketiganya terkoneksi dengan jaringan mesh yang dapat terkoneksi satu sama lain dengan sangat mudah dan otomatis. Selain itu penggunaan koneksi mesh juga membuat kamu dapat menempatkan Deco M5 ini di beberapa titik untuk menghasilkan sebuah jaringan besar yang menjangkau seluruh bagian rumah.

Wilson Lu (country director, TP-Link Indonesia) mengatakan, “Rencana kami tahun ini adalah memperkenalkan produk-produk inovasi kami yang diciptakan untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Di tengah kemajuan teknologi informasi, masyarakat menginginkan produk-produk canggih yang memberikan kenyamanan dalam hidup.”

Selain Deco M5, TP-Link juga memperkenalkan beberapa produk lain seperti wireless router Archer C3150, Archer C50, serta perangkat smart home yaitu lampu pintar LB120 yang bisa diatur tingkat kecerahan dan temperatur warnanya.

Tanggapan Kamu

komentar

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional